07/03/12

Menulis di Atas Pasir dan Batu

kisah ini menceritakan bahwa ada dua orang sahabat yang sedang berjalan di sepanjang gurun. selama perjalanan mereka berdebat saru, salah satu mereka menampar muka sahabatnya. orang yang tertampar mukanya itu merasakan sakit. tanpa mengatakan apapun, dia menulis di atas pasir :HARI INI TEMAN TERBAIKKU TELAH MENAMPAR MUKAKU."

Mereka meneruskan perjalanan sampai akhirnya menemukan sebuah kolam. Mereka berhenti sejenak dan mandi untk menyegarkan badan mereka yang penat oleh perjalanan. Seorang yang telah ditampar, terjebak di dalam lumpur hisap dan dia mulai tenggelam, akan tetapi sahabatnya telah berhasil menyelamatkannya. Setelah selamat dia menulis di sebuah batu: "HARI INI TEMAN TERBAIKKU TELAH MENYELAMATKAN HIDUPKU."

teman yang telah menampar dan juga menyelamatkan hidupnya bertanya, "setelah aku menyakitmu, kamu menulis di atas pasir dan sekarang kamu menulis di atas batu, kenapa ?
teman yang lain menjawab, "ketika seseorang menyakiti kita, kita harus menulisnya di atas pasir di mana angin  akan menghapuskannya. Tapi, ketika seseorang berbuat baik kepada kita, kita harus mengukirnya di atas batu dimana angin tidak akan pernah bisa menghapusnya."

Jadi dalam hidup ini, kita harus bisa saling memaafkan (kesalahan orang lain kepada kita) dan mengingat apa yang telah orang lain atau teman kita lakukan terhadap kita (dalam hal-hal yang baik) karena itu dapat membuat kita semakin mensyukuri atas apa yang kita peroleh dan membuat kita menjadi mudah untuk menghargai apa yang itu lakukan.

Sumber Cerita Dikutip dari Buku Jus Inspirasi(Islam) Karya Akramulla syed